Program

  • Pengkajian, yaitu penelitian atas Perda syariah atau UU berbasis Syariah atau semua peraturan yang diduga bersumber dari syariat Islam. Bukan untuk menjadikannya lebih syariah atau mendukung Indonesia menjadi negara Islam, tetapi mengkajinya secara dalam agar produk UU berbasis syariah bukan hanya berdasarkan politik sesaat, tetapi benar-benar hukum Islam yang menjadi salah satu sumber perundangan nasional yang ramah perempuan, menjunjung HAM dan demokrasi, dan tidak diskriminatif. Pendekat syariah yang didukung ISW adalah pendekatan subtanstif dan secara kebudayaan.
  • Pendampingan, yaitu ISW akan memberikan bantuan dan dampingan bagi para perempuan yang ingin mengajukan perceraian atau lelaki yang butuh bantuan hukum, tanpa dipungut biasa. Pendampingan ini hanya pada soal yang ada hubungannya dengan hukum Islam.
  • Pemantau, yaitu ISW akan memantau praktik perbankan syariah dan asuransi syariah serta produk ekonomi Islam lainnya yang mendaku sebagai pengejawantahan sistem ekonomi Islam. Siapa yang memantau mereka? Apakah benar mereka menjalankan prinsip syariah yang pro kaum duafa dan mustadafin? Ataukah mereka hanya “berkedok” syariah agar menarik nasabah umat Islam? Selain itu, ISW akan memantau kerja MUI, DSN, dan lembaga keulamaan lainnya. Siapa yang memantau MUI: akankah MUI semena-mena mengeluarkan fatwa atau mengeluarkan label halal? Siapa yang memantau mereka? ISW didirikan untuk memantau semua isu tersebut.

 

Leave a Reply